The Pharmacist Room

Cara pengoperasian disintegrasi dari Erweka



PROSEDUR PENGOPERASIAN

  1. Persiapan
  2. Siapkan sampel tablet di ruangan.
  3. Pastikan alat uji disintegrasi Erweka dalam kondisi bersih dan siap digunakan.
  4. Setting suhu penangas air
  5. Hubungkan kabel alat uji disintegrasi dengan sumber listrik yang sesuai.
  6. Tuang fresh water ke dalam wadah penangas sampai batas maksimal.
  7. Tekan tombol ON untuk menghidupkan alat uji disintegrasi.
  8. Masukkan larutan uji ke dalam beaker glass.
  9. Setting suhu penangas.
  10. Tunggu sampai suhu larutan uji tercapai sesuai yang telah ditetapkan.
  11. Pengoperasian alat
  12. Setelah suhu larutan uji tercapai.
  13. Masukkan tablet ke dalam keranjang tambahkan disk.
  14. tekan tombol Stop (■) dua kali
  15. Set waktu sesuai kebutuhan. Tombol (▼) dan (▲) untuk menurunkan dan menaikkan waktu dalam satuan menit; Tombol (  ) dan (  ) untuk menurunkan dan menaikkan waktu dalam satuan jam. Tekan tombol Stop (■) untuk mengganti waktu dalam satuan detik, kemudian tekan tombol (▼) dan (▲) untuk menurunkan dan menaikkan waktu dalam satuan detik. Tekan tombol Stop (■) untuk kembali ke display awal.
  16. Turunkan penyangga keranjang yang berisi tablet dengan menekan jepitan secara perlahan.
  17. Timer akan berjalan dan Petunjuk waktu akan menunjukkan waktu yang telah lewat.
  18. Untuk mengecek keadaan tablet yang diuji (hancur atau tidak hancur), tekan tombol Stop (■), kemudian angkat penyangga keranjang sampai terlihat posisi tablet yang diuji.
  19. Jika tablet telah hancur atau tidak bersisa, catat waktu hancur sesuai dengan waktu yang tertera pada display.
  20. Jika masih bersisa, lanjutkan proses dengan menekan tombol Start (►)
  21. Setelah selesai pengujian ambil keranjang dan beaker glass. Buang larutan uji dan bersihkan dengan larutan natrium lauryl sulfat 10%. 
  22. Sikat keranjang dan beaker glass sampai tidak ada partikel yang terlihat.
  23. Bilas dengan purified water sampai air bilasan tidak berbusa.
  24. Keringkan keranjang dan beaker glass.
  25. Pembersihan mingguan: Buang air dari penangas, bersihkan penangas menggunakan larutan natrium lauryl sulfat 10%. Bilas dengan purified water sampai tidak ada busa. Keringkan dengan lap kanebo.
  26. Putuskan kabel dari sumber listrik
  27. Catat aktifitas pemeriksaan pada log book mesin dan ruangan

Cara pengoperasian dan pembersihan Timbangan Sartorius BSA 323S-CW




PROSEDUR
 Persiapan
1     Periksa kebersihan dan kesiapan ruangan, timbangan dan hal terkait lain sesuai form line clearance.
2          Periksa buble point pada timbangan berada di tengah
3      Bila bubble point belum di tengah, atur posisi gelembung  dengan memutar sekrup di kaki timbangan sampai gelembung di tengah
4       Hubungkan timbangan dengan sumber listrik
5       Nyalakan  timbangan beberapa lama sebelum digunakan dengan menekan tombal power/ON
 Uji Fungsi Timbangan
Hubungkan kabel alat dengan sumber listrik yang sesuai.Sebelum timbangan digunakan lakukan uji fungsi timbangan menggunakan anak timbangan standar F2  sebanyak 3x menggunakan 3 bobot yang berbeda sebagai berikut :
1     Uji fungsi dengan anak timbangan standar F1-50 g
a.     Tekan tombol ”TARE” muncul angka 0.00 g
b.    Letakkan anak timbangan 50 g di atas plat timbangan lihat angka yang tertera dilayar .........-.......... g
c.     Tekan tomboll ”print” dan ”CF” untuk mencetak hasil uji
2     Uji fungsi dengan anak timbangan standar F1-50 g
a.  Lakukan prosedur a,b,c dan d seperti pada prosedur 5.2.1 diatas dengan anak timbangan 3x 50 g
b.    Pastikan angka yang tertera di layar berada pada range persyaratan :.............g
3     Uji fungsi dengan anak timbangan standar F1-100 g  
a.  Lakukan prosedur a,b,c dan d seperti pada prosedur 5.2.1 diatas dengan anak timbangan 3x 100 g
b.    Pastikan angka yang tertera di layar berada pada range persyaratan :.............g
4     Dokumentasikan data print out  uji fungsi pada buku yang disediakan
5     Jika tidak memenuhi persyratanuji fungsi harian, lakukan kalibrasi internal sebagai berikut :
a.     Tekan tombol ”Cal” pada layar akan muncul :C”
b.    Tunggu sampai muncul angka 300.00 g (sesuai angka yabg telah disetting pada timbangan untuk kalibrasi)
c.     Letakkan tiga anak timbangan100 g diatas plat
d.    Tunggu sampai hasil kalibrasi selesai
          
Pengoperasian Timbangan
                    1 Jika diperlukan netto
a.         Tekan tombol “TARE’
b.        Letakkan wadah kosong pada plat timbangan dengan hati-hati
c.         Tekan tombol “F’ untuk menyimpan tarra (wadah kosong)
d.        Masukkan bahan yang akan ditimbang ke dalam wadah
e.         Tekan tombol “print” sampai keluar hasil print out (tombol print untuk berat netto dan tombol CF untuk menjumlahkan tarra dan netto)
        2         Jika tidak diperlukan berat netto
a.         Tekan tombol “TARE”
b.        Letakkan bahan yang akan ditimbang pada plat timbangan
c.         Akan muncul angaka berat bahan yang ditimbang
d.        Tekan tombol “print” akan keluar angka berat bahan yang ditimbang
3  Catat pemakaian timbangan pada Log Book alat timbang yang tersedia di ruang timbang.

Cara Pembersihan Timbangan
           1. Bersihkan piringan dan badan timbangan dengan lap besih yang dilembabkan dengan alkohol 70%
            2. Keringkan dengan lap bersih, tempelkan label “Bersih” pada bagian badan timbangan

Cara Pengoperasian Moisture Analyzer Mettler Toledo HB43-S







PROSEDUR
1      Persiapan
           1.   Siapkan sampel granul tablet di ruangan
           2.   Pastikan Moisture Analyzer Mettler Toledo HB43-S dalam kondisi bersih dan siap digunakan
2      Pengoperasian alat

1.      Hubungkan kabel alat dengan sumber listrik yang sesuai.
2.      Tekan tombol ON pada alat dan tekan tombol ON pada printer.
3.      Atur suhu dengan menekan tombol dengan simbol termometer hingga display oC berkedip.
4.      Naikkan suhu dengan menekan tombol “Λ” atau turunkan suhu dengan menekan tombol “V” hingga display menunjukkan suhu yang ditentukan, kemudian tekan enter.
5.      Masukkan alumunium pan sample.
6.      Lakukan penaraan dengan cara menutup alat ukur hingga display menunjukkan angka 0,000 g
7.      Masukkan sampel dalam wadah. Bobot sampel minimal 5 g
8.      Atur tampilan hasil pengukuran yang akan dicetak dengan menekan tombol dengan simbol “gambar botol%”.
9.      Tutup kembali alat ukur, kemudian tunggu hingga berbunyi “bip” sebagai tanda pengukuran selesai.
10.   Cetak hasil pengukuran, kemudian lampirkan dalam “Catatan Pengujian”.
11.   Keluarkan alumunium pan sampel kemudian tekan tombol reset.
12.   Tekan tombol OFF pada alat Moisture Analyzer untuk mematikan alat.
13.   Tekan tombol OFF pada printer untuk mematikan.
14.   Putuskan kabel dengan sumber arus listrik.
15.   Catatan aktifitas pemeriksaan pada logbook alat.

Testing Method For Vitamin D3



  1. Appearance : Free flowing powder.

  1. Color : Slightly yellowish or light yellow.

  1. Odor : None to faint.

  1. Dispersibility in water at 20oC : Take 100 ml of distilled water cooled to 20oC in a 250 mL Erlenmeyer flask, add 1 g of the sample and stir with a magnetic stirrer. If a homogeneous emulsion develops without solid particles after 5 mins, the sample corresponds.

  1. Identity test for :
a.    Vitamin D3 : By HPLC.
b.    Tocopherol : By TLC.
Layer : Silica gel 60 F254, 0.25 mm.
Mobile phase : (Cyclohexane : Ether = 80 : 20) with chamber saturation.
Front distance : 15 cm.
Run time : 45 mins.
Sample solution : Transfer 500 mg of sample to a QF test tube add 4 ml of water and hold in ultrasonics for 2 min. Add 8 ml alcohol absolute and 20 ml n-hexane and shake for 30 secs, allow the phases to separate. Apply 5 µl from the upper phase.
Comparison solution :  Dissolve 20.0 mg of dl-alpha tocopherol in 100.0 ml of n-hexane and apply 10 µl. This solution is stable for one month when stored in refrigerator.
Detection : Dry the chromatogram in a cold air current for 2 mins.
                                (i)     Observe under UV light, decrease in in fluorescence at 254 nm or inherent
                                         fluorescence at 365 nm.
                                (ii)     Then spray with phosphomolybdic acid solution (1% in
                                         ethanol) and subsequently heat at 105oC for 5 mins and estimate in
                                         daylight.

             The spots obtained by sample and comparison solution should have same Rf values.
Rf values & color :            Substance                          Rf                     (i)                  (ii)
of the spot                         Tocopherol                        0.35                   -                   blue
                                       
6.    Loss on drying : Dry approx. 1 g, accurately weighed, at 105oC for 4 h. It loses not more than 8.0% of its weight.

7.    Assay, Vitamin D3 content :
Carry out the operations as rapidly as possible, avoiding exposure to actinic light and air.
Examine by HPLC.
Conditions :
                   Column : Purospher RP-18e @ 5 µm, 125 x 400 mm.
Wavelength : 280 nm.
Flow rate : 1.0 ml/min.
Retention time : 18 min.
Injected volume : 100 µl.
Mobile phase : (Methanol : H2O = 90 : 3).
Standard solution  : Dissolve 10.0 mg of Vitamin D3 (potency : 100000 IU/g) with the mobile phase, stirrer for 25 mins and dilute to 100.0 ml with the mobile phase.
Sample solution : Dissolve 10.0 mg of the substance to be examined with the mobile phase, stirrer for 25 mins and dilute to 100.0 ml with the mobile phase.
Use the Mobile phase, Standard solution, and Sample solution (after filtering with 0.45 µm filter) for HPLC analysis.
Vitamin D3 100  contains not less than 100000 IU/g of Cholecalciferol.
    
8.    Powder fineness : Proceed with 40 g, manual/sieve shaker for 20 mins.
                                     Through sieve no. 22 : 100%.
                                     Through sieve no. 44 : Min. 90%.
                                     Through sieve no. 90 : Max. 15%.

9.    Microbial purity : Proceed with 25 g of sample for microbial purity (Ref : USP 30, according to
      specification of Corn Starch and Gum Acacia).
                                  A. Total aerobic microbial count : Max. 1000 cfu per g.
B.  Total combined molds and yeasts count : Max. 100 cfu per g.
C. Escherichia coli : Negative.
D. Staphylococcus aureus : Negative.
                                    E. Pseudomonas aeruginosa : Negative.
                                    F. Salmonella species : Negative.