The Pharmacist Room

Laktosa anhidrat

Bentuk pemerian dari Laktosa anhidrat sebuk berwarna putih dan laktosa anhidrat mengandung anhidrat b-laktosaanhidratdan a-laktosa. Laktosaanhidratbiasanyamengandung 70-80% anhidrat b-laktosadan 20-30% anhidrat a-laktosa.
Laktosa berfungsi sebagai eksipien tablet pada metode kompresi langsung, pembawa serbuk kering pada inhaler, pengisi tablet dan kapsul serta filler tablet dan kapsul. Laktosa anhidrat banyak digunakan dalam metode kompresi langsung serta sebagai filler tablet dan kapsul maupun pengikat.
Laktosa anhidrat dapat digunakan pada obat yang kelembapan sensitif karena kadar air yang rendah dan juga dapat digunakan dalam suntikan intravena. Bentuk kelarutannya larut dalam air. Pertumbuhan jamur dapat terjadi pada kondisi lembab yang nilai RH nya 80% dan diatasnya. Laktosa dapat menimbulkan warna cokelat pada penyimpanan dengan reaksi yang dipercepat oleh suhu hangat dan kondisi yang lembab. Laktosa anhidrat disimpan dalam wadah yang tertutup ditempat yang sejuk dan kering (Rowe et al., 2009).

Starch Adalah

Starch merupakan eksipien serbaguna terutama dalam formulasi padar sediaan oral yang digunakan sebagai pengikat, pengisi, dan disintegran. Bentuk pemerian dari Starch berwarna putih menyerupai fine, tidak berasa dan tidak berbau serta menyerupai bentuk butiran bulat yang sangat kecil. Starch juga digunakan dalam formulasi pada kapsul sebagai pengisi dan juga untuk meningkatkan aliran pada serbuk bahan obat. Pada konsentrasi 3-10% Starch dapat bertindak sebagai antiadheren dan lubrican pada proses pentabletan, serta pengisi pada kapsul. Pada konsentrasi 5-10% Starch digunakan sebagai pengikat pada metode granulasi basah. Rasio pengikat yang ditentukan oleh studi optimasi dengan menggunakan beberapa parameter seperti kerapuhan, kekerasan, waktu hancur dan laju disolusi obat (Rowe et al., 2009).
Starch pada konsentrasi 3-25% dapat berfungsi sebagai disintegrant pada pembuatan tablet. Pada konsentrasi 15% pada metode granulasi sangat diperlukan untuk menghindari masalah pada aliran dan segregasi. Kombinasi Starch dan Laktosa pada metode kompresi langsung dapat meningkatkan proses pentablettan dan waktu hancur tablet. Namun pada Starch yang tidak pregelatinized mempunyai kompresibilitas yang tidak baik dan cenderung meningkatkan kerapuhan tablet dan capping jika digunakan dalam konsentrasi yang tinggi. Starch mempunyai sifat yang elastis yang telah terbukti meningkatkan sifat pemadatan tablet. Kelarutannya praktis tidak larut dalam air dingin dan menjadi larut dalam air panas jika temperaturnya diatas temperatur gelatinisasinya (Rowe et al., 2009).
Starch stabil jika terlindung dari kelembapan yang tinggi. Kelarutan Starch secara fisik tidak stabil dan mudah dimetabolisme oleh mikroorganisme, oleh karena itu harus baru disiapkan bila menggunakan metode granulasi basah. Starch harus disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering. Starch tidak kompatibel dengan bahan oksidator yang kuat serta senyawa inklusi yang berwarna yang terbentuk dengan yodium (Rowe et al., 2009).

Microcrystalline Cellulose Adalah




Microcrystalline Cellulose mempunyai bentuk pemerian yang berwarna putih , tidak berbau, tidak berasa sera sebuk kristalnya terdiri dari partikel yang berpori. Bahan ini banyak digunakan dalam bahan tambahan dalam pembuatan formula obat, terutama sebagai pengisi maupun pengikat dalam tablet dan kapsul dengan kedua metode yaitu granulasi basah dan kompresi langsung. Selain penggunaanya sebagai pengisi maupun pengikat Microcrystalline Cellulose juga memiliki fungsi sebagai lubrikan maupun sifat disintegran yang sangat berguna dalam pembuatan tablet (Rowe et al., 2009).
Microcrystalline Cellulose digunakan sebagai absorbent dalam konsentrasi sekitar 20-90%. Jika sebagai antiadherent dengan konsentrasi antara 5-20%, disintegran sekitar 5-15%, serta sebagai pengisi pada tablet maupun kapsul pada konsentrasi sekitar 20-90% (Rowe et al., 2009). Untuk kelarutannya prakis tidak larut dalam air. Microcrystalline Cellulosesangat stabil pada bahan yang higroskopis serta disimpan dalam wadah yang tertutup pada tempat yang sejuk dan kering.Microcrystalline Cellulose tidak kompatibel dengan suatu bahan oksidator kuat (Rowe et al., 2009).

Sodium Starch Glycolate

Sodium Starch Glycolate secara luas digunakan sebagai disintegran pada kapsul dan formulasi tablet dalam produk farmasetika. Dan Sodium Starch Glycolate memiliki afinitas yang sangat baik untuk air dan mengembang saat terbasahi, kemudian membantu untuk merapuhkan atau menghancurkan matriks tablet (Banker et al., 1994). Sodium Starch Glycolate ini dapat digunakan dengan metode kompresi langsung dan granulasi basah  (Rowe et al., 2009). Konsentrasi pada formula sekitar 2-8 %, dimana konsentrasi yang paling optimum adalah 4% walaupun dalam beberapa kasus 2% adalah konsentrasi yang cukup untuk sebagai disintegran. Disintegrasi terjadi karena Sodium Starch Glycolate dapat dengan cepat menyerap air sekitar 200-300% yang diikuti dengan pengembanganyang cepat dan besar (Rowe et al., 2009).



Sodium Starch Glycolateyang mempunyai bentuk pemerian serbuk putih atau hampir seluruhnya putih, tidak berbau, tidak berasa, dan serbuk bebas mengalir. Menurut farmakope Eropa yang menyatakan bahwa eksipien ini terdiri dari granul oval atau sferis, diameternya berkisar 30-100 µm, dengan beberapa granul yang kurang sferis dengan ukuran diameternya 10-35 µm (Rowe et al., 2009). Sodium Starch Glycolate adalah sebuah pati kentang yang tertaut silang. Bahannya tersedia dari berbagai pabrik di bawah sejumlah besar nama dagang seperti Explotab, Primogel, dan Vivastar. Beberapa penelitian lebih lanjut pada beberapa batch dari tiga produk sodium starch glycolate (Explotab, Primogel, dan Explosol) menginformasikan bahwa terdapat perbedaan hasil inter-brand dan inter-batch, bagaimanapun dalam konteks waktu disintegrasi dan kompatibilitas dalam model formulasi, produk secara essensial sama (Edge et al., 2002). 
Efektivitas disintegran banyak dipengaruhi oleh adanya eksipien hidrofobik seperti lubrican. Peningkatan tekanan pada kompresi tablet tidak terlalu berpengaruh pada waktu hancur (Rowe et al., 2009). Tablet yang dibuat dari eksipien ini memiliki karakteristik penyimpanan yang baik. Sodium Starch Glycolate stabil jika disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara untuk melindungi eksipien ini dari variasi kelembaban dan suhu yang dapat menyebabkan caking. Sifat fisik Sodium Starch Glycolate adalah tidak berubah dalam kurun waktu 3-5 tahun jika eksipien ini disimpan pada temperatur dan kelembapan yang berubah-ubah (Edge et al., 2002). Sodium Starch Glycolate hanya memiliki inkompatibilitas bila digunakan bersamaan dengan asam askorbat (Rowe et al., 2009).