The Pharmacist Room

Berfikiran positif dapat meningkatkan daya ingat di masa tua

 


SEBUAH studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science menemukan orang yang merasa antusias dan ceria, kecil kemungkinan mengalami penurunan ingatan seiring bertambahnya usia. Karena itu, kata psikolog, orang-orang seperti itu membawa pengaruh positif. Tim peneliti menganalisis data dari 991 responden paruh baya ke atas  di AS yang berpartisipasi dalam studi nasional pada tiga periode, yakni  antara 1995 dan 1996, 2004 dan 2006, serta 2013 dan 2014.  Peserta melaporkan berbagai emosi positif yang mereka alami selama 30 hari terakhir. Dalam dua penilaian terakhir, peserta juga menyelesaikan tes kinerja memori. “Temuan kami menunjukkan bahwa ingatan seseorang menurun seiring bertambahnya usia. Namun, orang dengan tingkat pengaruh positif  tinggi mengalami penurunan memori yang tidak terlalu tajam selama hampir satu dekade,” kata penulis makalah, Prof Claudia Haase dan Emily Hittner PhD, di Northwestern University. (Science Daily/Nur/X-7) Media Indonesia 05/11/20

PROSEDUR MESO ( MONITORING EFEK SAMPING OBAT ) DI RUMAH SAKIT

 Prosedur ini mengatur tata cara Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Monitoring efek samping obat atau MESO merupakan kegiatan pemantauan setiap respon terhadap obat yang merugikan atau tidak diharapkan yang terjadi pada dosis terapi lazim yang digunakan pada manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosis, dan terapi. kriteria pasien yang memerlukan MESO : 

Pasien yang mendapat obat-obat khusus (sitostatika, obat dengan indeks terapi sempit, dll)

Pasien yang mendapat pengobatan penyakit kronis  (tuberkolosis, diabetes mellitus, hipertensi, dll)

Tujuan Menemukan sedini mungkin efek samping obat, menentukan frekwensi dan insidensi ESO serta mengenali semua factor predisposisi ESO. 

Prosedur :

1. Melaporkan dugaan efek samping obat kepada dokter yang terkait dan farmasis ( Apoteker ) Instalasi Farmasi.

2. Dokter bekerja sama dengan farmasis mengevaluasi kondisi pasien untuk mengetahui apakah kondisi tersebut merupakan efek samping obat atau bukan.

3. Dokter bekerja sama dengan farmasis mencari dan memberi solusi penanganan kondisi pasien tersebut, dan bila memungkinkan ( untuk obat/ senyawa kimia yang ada antidotumnya ) diupayakan mencarikan antidotumnya.

4. Farmasis melaporkan kejadian ESO beserta analisisnya kepada Panitia Farmasi dan Terapi.

5.      Untuk obat atau senyawa kimia yang diketahui potensial yang menyebabkan ESO, seperti digoksin, aminofillin ( obat dengan indeks terapi sempit ), sitostatika, dll dilakukan monitoring secara ketat dan kontinu 

PROSEDUR ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA OBAT DI INSTALASI FARMASI

 Ini mengatur tata cara analisis efektivitas dan biaya. Analisis efektivitas biaya merupakan kegiatan asuhan kefarmasiaan yang menganalisis biaya obat dengan menilai perbandingan biaya dan mamfaat pengobatan ( cost effectiveness ratio ). Kriteria penggunaan obat yang dilakukan analisis :

  • Penggunaan obat-obat baru
  • Penggunaan obat yang harganya mahal ( contoh: eritropoietin )
  • Obat-obat yang sering dipakai ( contoh: antibiotik )
  • Obat-obatan dengan rute khusus ( contoh: injeksi )
  • Penggunaan obat pada pasien dengan populasi khusus.

Biaya pengobatan yang dinilai adalah biaya perunit pengobatan, bukan harga obat persatuan. Sedangkan efektivitas pengobatan yang dinilai adalah peningkatan kualitas hidup pasien

1.  Mendata obat-obatan yang masuk kriteria untuk penilaian efektivitas dan biaya.

2.  Melakukan sampling pasien yang telah mendapatkan jenis obat tersebut.

3.  Menghitung “Unit Cost ” total selama pasien tersebut dirawat.

4.  Membandingkan “Unit Cost ” total pasien dengan kasus yang sama tapi tidak mendapatkan obat tesebut.

5.  Menganalisa hasil perbandingan  kedua kelompok pasien tersebut apakah perbedaannya bermakna atau tidak.

6.  Melaporkan hasil analisis tersebut kepada PFT dan direktur RS.  

CARA PEMBUANGAN LIMBAH KEMOTERAPI DI INSTALASI FARMASI

 Prosedur Pembuangan Limbah Kemoterapi adalah tatacara untuk melakukan kegiatan membuang limbah/sisa barang tidak terpakai seperti: vial, ampul, syringe, dll. Setelah melakukan rekonstitusi obat kanker. Dengan tujuan Terjaminnya keamanan petugas dan lingkungan dari keterpaparan obat kanker yang tersisa pada wadah atau alat-alat rekonstitusi.

 Caranya 

 

1.  Operator atau petugas rekonstitusi menyiapkan gerigen kosong dengan melakukan dekontaminasi dan desinfeksi kemudian ditempatkan di dekat BSC yang mudah dijangkau oleh petugas.

2.    Operator atau petugas rekonstitus memasukkan semua sisa wadah dan tutup obat kanker atau alat-alat yang digunakan untuk rekonstitusi (spuit, syring, botol infus dan lain-lain ke dalam gerigen yang tersedia.

3.    Setelah gerigen terisi penuh dengan limbah maka operator/petugas menutup rapat gerigen dan diberi tanda limbah obat kanker dan dikeluarkan dari ruang clean room.

4.    Petugas kebersihan memasukkan gerigen ke dalam kantong plastic kuning dan ditempel stiker “awas obat kanker berbahaya” dan dikirim ke tempat pembuangan akhir (“incinerator”).