MYCOSIS
‘
Kulit
dan mucosa
o
Dermatophytosis
o
Ptyriasis
versicolor
o
Superficial
candidosis
‘
Subcutan,
kulit, tulang
o
Mycetoma
o
Chromomycosis
o
Sporotrichosis
‘
Sistemik
-
Paru-paru,
GIT
o
Histoplasmosis
o
Blastomycosis
o
Coccidiomycosis
o
Paracoccidiomycosis
o
Cryptococcus
o
Aspergillus
o
Mucor
mycosis
- SUBCUTAN -
@ Mycetoma ?
‘
Disebut
juga madura foot
‘
Disebabkan
oleh actinomycetoma
‘
Proses
supuratif chronic ± 2 mm
‘
Warna
bisa putih kuning/ hitam/ merah
‘
Terjadi
pembengkakan subcutis keras di kaki dan tangan
‘
Bisa
terjadi pengrusakan tulang, diketahui dari foto tulang
‘
Nyeri
Å
Diagnosis
‘
Dengan
biopsi à kultur
‘
Terdapat
luka yang mengandung pus
Therapy
‘
Dapsone,
cotrimoxazole, sulfonamide
‘
Eksisi,
amputasi
@ Chromomycosis ?
‘
Infeksi
kuman yang kronik
‘
Disebabkan
oleh jamur yang mengandung pigmen
‘
Phialophora,
Fonsecara, Clavosporium
‘
Luka
di kulit luas, sering ditemukan di ekstremitas, penyebaran perlahan seluruh
kaki
Diagnosis
‘
Dari
biopsi kulit yang terkena
‘
Ditemukan
sel-sel yang pigmentid
Therapy
‘
Flucytosin
‘
Dapat
dikombinasi dengan Amphotericin B
‘
Boleh
juga diberikan Ketoconazole dan Thiabendazole
@ Sporotrichosis ?
‘
Disebabkan
oleh Sporothrix schemchii
‘
Didptkan
pada sayuran dan tanaman
‘
Bisa
menyebabkan infeksi sistemik yaitu ke paru, sendi, selaput otak
‘
Sering
ditemukan di USA, Amerika Selatan, Afrika, Australia
‘
Ditemukan:
nodule di kulit dan ulcus
‘
Ditemukan
juga di saluran getah bening
Diagnosis
‘
Biopsi
à kultur, smear, curret
Therapy
‘
Kalium
Iodida
‘
Oral
: Ketoconazole
- SYSTEMIC MYCOSIS –
‘
Infeksi
sistemik yang disebabkan oleh jamur biasanya fatal yapi jarang
‘
Fokus
infeksi biasanya di paru-paru
‘
Histoplasmosis
o
Classical Histoplasmosis endemik di USA pusat dan timur, Canada, Afrika, India,
Australia
o
Africa Histoplasmosis di Afrika Pusat dan Barat
‘
Penyebab:
Histoplasma capsulatum
‘
Diisolasi
dari tanah, ditularkan oleh burung
dan kelelawar
‘
Besarnya:
o
Classical
Histoplasmosis à 2 – 4 mm
o
Africa
Histoplasmosis à 10 15 mm
Gejala
‘
Panas
‘
Menggigil
‘
Sakit
kepala
‘
Batuk
‘
Sesak
‘
Ditemukan
erythema nodule
‘
Arthritis
‘
Pada
foto thorax ditemukan : infiltrat
diffuse
‘
Infeksi
sembuh tanpa terapi. Hanya dengan istirahat
‘
Yang
berat diobati dengan Amphotericin B i.v
‘
Gejala
menyerupai infeksi primer
CANDIDIASIS
‘
Candida
albicans merupakan jamur yang sering ditemukan pada neonatus
‘
Biasanya
tanpa gejala
‘
Seseorang
dpt terinfeksi pada keadaan:
o
Daya
tahan tubuh ↓
o
Pemberian
antibiotik berlebihan
o
Pemakaian
corticosteroid yang lama
o
Dapat
terjadi pertumbuhan jamur yang berlebihan
‘
Keadaan-keadaan
di atas dapat menimbulkan kelainan berupa stomatitis, diare, dermatitis,
infeksi parenteral
‘
Infeksi
mula-mula di mulut, kemudian esophagus dan GIT & menyebabkan diare
‘
Pada
bayi yg mendapatkan makanan parenteral dalam waktu lama sering timbul kematian
oleh karena infeksi parenteral jamur (sepsis)
Stomatitis
‘
Dimulai
sebagai bercak putih pada lidah, bibir, mukosa mulut
‘
Dapat
dibedakan dengan sisa susu yaitu sukar dilepaskan dari dasarnya
‘
Diagnosis
dibuat dengan membuat sed hapus yg diwarnai dengan Methylene
Blue à tampak Miselium
dan spora yang khas
‘
Pengobatan
lokal dapat diberikan Gentian Violet 0,5%
dioleskan pada lidah dan mukosa mulut
‘
Obat
yang lebih baik yaitu Nystatin 3x
100.000 u/ hr
‘
Bisa
juga diberikan Amphotericin (fungilin) à 1 minggu
No comments:
Post a Comment